Dalam Bait Doa
Pada pagi terucapkan selamat pagi, pada siang dalam teriknya sinar bola panas ia dendangkan sebait kalimat tanya kabar. Walau tak ada jawaban darinya hingga sore hari, tetap saja lisan ucapkan selamat menikmati senja entah di mana ia berada. Sejenak menghirup udara malam dalam tenang, ia sampaikan dalam lantunan doa-doa pada sang pencipta hati bahwa biarkan ia cukup melangitkan doanya mengungkapkan apa isi hati. Jarak berkilo-kilo meter sedang mencari arti kehidupan, rasanya begitu asing, sangat asing hingga terkadang ada rasa ia ingin berbalik arah. Kembali pada peraduan tapi itu hanya dalam angan jiwa rapuhnya. Suka atau tidak langkah kaki harus tetap maju, walau ketidaknyamanan itu dibalut dengan senyuman. Tuhan, tolong jangan sampai ia tahu akan rasa pada hati. Biarkan ia melepaskan, terbang di angkasa agar semesta alam saja yang tahu. Sudah berlarut ujian rasa bergejolak akankah ia sanggup menahan? Entahlah, tapi satu hal yang pasti dari segalanya bahwa ia sangat pandai menye...