Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Waktu (tak) Kembali

kebimbangan datang mendera sukma mengusik keadaan di tengah zona nyaman ia seakan berada di hutan belantara tak mengerti ke mana arah tujuan di saat-saat dalam keheningan menjuntaikan keresahan hati membuatnya merasakan arti kehidupan bahwa hidup tak bisa sesuka hati langit memang tidaklah selalu cerah adakala mendung merayap tanpa permisi mendatangkan hujan di saat resah seperti sedang mencari keteguhan hati berhijrah untuk memperbaiki diri dalam perjalanan akan ada saja hambatan jika tidak memantapkan diri tunggu saja waktu, ia akan tergantikan ingat, berhijrah itu butuh berjuang untuk mencari keteguhan hati agar diri tak merasa bimbang kuncinya harus memantapkan diri tak ada kata pilah pilih suka-suka sebab, ada aturan kehidupan yang harus! di taati dalam segalanya jika tidak, alamat celaka pada kesengsaraan

Memorandum Aksara

Biarkan waktu bergulir pada kesempatan ini ia mengutarakan segala apa yang terpikirkan. Meluapkan dengan senang hati tanpa ada yang terlupakan. Cukup membacanya saja dan tolong jangan mengomentari. Apalagi sampai membahas atau mungkin menyinggungnya di kehidupan nyata (terlalu kepedean juga ia haha #abaikan), karenanya ia akan sangat begitu tidak nyaman jika itu terjadi. Sekarang ya maunya begini saja, terserah nanti jika kondisi sudah berubah. Iya kan? Iya kan saja langsung (no debat haha). Bisakah kita hanya berbalas dan bercerita cukup lewat tulisan? Kau dengan ceritamu, aku dengan ceritaku. Cukup membaca dalam diam, terserah mau menafsirkannya dari mana atau bagaimana. Pada intinya, aku ingin menuliskannya saja, anggap saja baik kau atau aku bebas bercerita apa saja tapi tetap dalam batasan. Paham kan dengan maksud ku ini? Jika tidak, silakan memahami dengan tafsiranmu sendiri. Aku sering bertanya-tanya pada lukisan pagi juga cahaya peraduan tentang sebuah rasa. Namun, aku sadar ka...

Batasan Korelasi

Setiap jemari ini menari untuk mengetik pesan-pesan agar tersampaikan. Membalas pesan yang sebenarnya tidak ada maksud mengarah kepada hal negatif. Tetapi selalu saja ada resah dan gelisah sebab seolah melakukan kesalahan. Sebenarnya terkadang hanya membalas pesan tentang sebuah pekerjaan, atau misal berdiskusi ringan akan sebuah ide dalam kepenulisan. Tidak ada yang aneh sebenarnya, hanya saling membalas pesan biasa.  Namun, apa daya pikiran selalu bertaut dan seolah menghantui pada perasaan. Tersebab lagi ketika sudah saling mengetahui akan ada sebuah rasa antar keduanya. Namun lagi dan lagi apakah benar begitu atau hanya kesalahpahaman belaka? Terkadang tampilan senyuman itu hadir di sebuah titik temunya, candaan ringan, seolah rasa aman itu ada tapi tetap saja ini masih tak membuat tenang. Diri mengakui bahwa ada sesuatu yang telah mengganggu sedikit konsentrasi kehidupan yang sedang dijalani. Bukan dalam arti mengganggu untuk tidak nyaman padanya, bukan seperti itu. Terkadang ...

Kesalahan Galon?

bukansabda me-ramukata "Ketahuilah bahwa setiap orang punya masa, di mana ia merasa menyesal telah melontarkan sebuah kata-kata yang tidak di sengaja. Mungkin bisa di bilang ya itu adalah sebuah keceplosan yang tidak terduga". Tepat waktu saat hari Jumat di bulan bernama November. Cuaca cerah sedikit berawan sudah memenuhi ruang di atas kepala, kalau tidak percaya silakan sekarang menoleh, pasti tebakan ini bisa ya bisa tidak, masih penasaran ya cobalah sekarang juga nanti juga tahu jawabannya. Langkah kaki terus mengarah pada jalanan turun beranak tangga di pondok pesantren. Sejenak melimpirkan badan belok dulu ke asrama, sekadar menengok santri apakah ada curi-curi untuk tidur saat jam pelajaran. Tamatlah riwayat jika kedapatan oleh sang pembina asrama putri.  "Astaghfirullah, tidur lagi? kenapa tidak pergi sekolah? Bangunlah segera, jika tidak, ikhlaskan saja ya kalau tempat tidur jadi basah kuyup!" "Ehh ampun ustadzah, tolong jangan di siram, iya ini saya s...