Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2025

Skip Saja Puisiku

katanya, puisiku jelek, memalukan  tak bernilai  tak bermutu tak berbobot dan tak tak tak terserahlah  mau tak apa, terserah kau saja  aku ikhlaskan  silakan dicaci maki  aku akan tetap menulis puisi  biar saja sampai capek  toh bukan aku juga yang rugi puisiku juga bukan untukmu  Ini hanya aku dan puisiku jadi yaa sudahlah kalau begitu  lupakan, buang. skip saja puisiku. jangan dibaca sampai akhir.

Lagi-lagi ia Diam

ia kembali menertawakan diri sendiri namun, tak lama berselang raut sedih itu muncul kembali  seolah alam semesta mempermainkannya apakah sudah tak ada kesempatan kedua? katanya, nasi sudah menjadi bubur  hilang sudah waktu pelipur  hanya tertinggal jejak lara ia masih tetap tak mau bergerak  walaupun pikiran sudah semrawut  tapi lagi-lagi ia diam mau bercerita? silakan jika itu sedikit menghilangkan ruang sesak di dada ataukah cukup membisu menatap matahari terbenam  tidak! kali ini ia harus sadar jika pilihan pertama bukan takdir  maka harusnya ia hadirkan pilihan kedua  bagaimana? apakah ia mau bersepakat  hanya ia dan Tuhan yang tahu  seperti apa akhir keputusan

(Bukan) Siapa-Siapa

#part1 Aku sengaja membungkam diri sendiri pada beberapa waktu-waktu tertentu. Diam, membisu dan irit bicara atau sekadar sedikit menepi dari keramaian. Sepertinya begitulah kira-kira kehidupanku ini berjalan. Sangat lambat dan pelan menapaki perjalanan seperempat abad ini yang sudah mulai lebih beberapa bulan tepatnya. Kenangan masa lalu sebagian terlihat buram dan sebagiannya sangat begitu jelas tergambar. Sayangnya, justru kenangan bahagia itulah yang sedikit kabur dalam pandangan. Apa aku salah jika berkata sial sebab kenangan buruk jelas terpampang nyata dalam retinaku. Omong kosong belaka kata trauma itu, aku tidak ingin terbakar karenanya. Mengapa aku harus kalah dan mengalah? tidak akan aku biarkan. Benar bahwa egoku sepertinya tinggi, bahkan pada diri sendiri. Begitulah awal-awal sudut pandangku menatap hidup, dari kecil sudah berat akan permasalahan hidup dari berbagai arah. Tapi, aku bungkam dan menelan semuanya sendirian. Benar-benar ber-kamuflase diri ini, memuakkan. Jadi ...