Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2024

Bagai Bara Api

Seolah berusaha terus mengutuk atau mungkin juga merutuki, mengapa begitu lemah pada sebuah ingin. Hati selalu berisik serta gelisah menimbulkan rasa tidak nyaman. Maunya pikiran harus dan wajib terkontrol pada hati, artinya sejalan. Tapi mengapa rasa di hati mempermainkan logika, seakan tidak sependapat.  Bertahan pada posisi menjaga jarak aman memang tidak mudah. Ingin membiarkan begitu saja bagai mengalir seperti air, ikut arus. Tetapi, sungguh tidak bisa seperti itu, bukankah dalam Islam punya aturan. Tentang interaksi antara lawan jenis yang sejatinya tidak boleh bermudah-mudahan. Bertahanlah wahai jiwa-jiwa yang seperti menggenggam erat bara api. Sebuah perumpamaan tentang makna prinsip. Bagai mengakar kuat dan tahan banting dalam pondasi tiang iman. Janganlah sampai hanya karena sebuah ingin, lantas meremehkan dan mengabaikan arti perintah Tuhan. Tentang munculnya rasa ketertarikan, bisakah dikatakan itu cinta atau kasih sayang, ataukah hanya sebatas rasa penasaran? Jadi pad...

Renungan Pulang

Sejenak kita memang harus merenungkan tentang makna arti kata pulang. Setiap sudut pandangan yang berbeda harus terpikirkan agar kita dapat mendapatkan pelajaran. Karena, sejatinya pulang bukan hanya tujuan dunia tetapi paling penting, yakni akhirat. Segala pretelan ini itu begitu kita persiapkan untuk pulang dalam tujuan dunia. Bahkan mungkin saja, sangat begitu diperhatikan dari hal terkecil sampai yang terbesar dengan baik. Seakan tidak ingin bila ada yang terlupa, begitulah yang terjadi. Sampai pada tahap ini, kita semakin banyak bertanya pada kehidupan masing-masing. Sejauh bagaimana upaya yang dipersiapkan pulang pada tujuan dunia, apa sudah sepadan dengan pulang dalam tujuan akhirat. Semoga kita semua sama dalam hal tersebut, mempersiapkan diri dari yang kecil hingga yang besar. Semoga kita tidak lupa atau seolah tidak sadar akan tujuan hidup, baik dunia dan paling penting akhirat.