Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Bahasa Cinta Mama'

#part1 Setelah jatah hidup sudah sampai di seperempat abad, kini aku semakin menyadari bahwa kasih sayang dan cinta seorang ibu akan selalu tulus ikhlas pada setiap anaknya. Lewat tulisan ini aku ingin mengabadikannya dalam berbagai part agar selalu menjadi pengingat bagiku. Ya minimal tahu diri lah sebagai anaknya. Sebanyak apapun aku mengucapkan atau juga mengungkapkan serta berjuta-juta rasa terimakasih dan cinta sayang padanya. Lagi dan lagi aku sadar bahwa aku tidak bisa membalas setimpal segala bentuk kasih sayang yang mama' berikan. Maka, semoga dengan segala bakti dan berusaha jadi anak baik, nurut serta tidak menyusahkannya dalam hal apapun adalah azzamku. Walaupun pada kenyataannya aku sebagai anak tetap saja menyusahkan. Contoh kecil saja ketika sakit, mama' akan mengurus dan memberikan obat agar cepat sembuh. Setelah hampir dua tahun lebih tinggal beda kecamatan dengan mama' jujur saja aku masih dan akan selalu tidak bisa jauh-jauh dari beliau. Rasa ingin pulan...

Stop! Jangan Di Baca!

"mengalah bukan berarti kalah, melawan bukan berarti menan+G" Kalimat di atas hanyalah salah satu dari sebuah kondisi-kondisi dalam bumbu-bumbu kehidupan. Ada yang tidak setuju dengan kalimat sebelumnya? Ya silakan saja, terserah dari para pembaca yang budiman. "bukan bapak atau ibu budiman yaa haha garing krik krik krik skip sajalah" Sekali lagi dipersilakan semuanya mau berargumentasi bagaimana. Intinya ini hanya salah satu sudut pandang dari sekian banyaknya arah panah-panah "mindset".  Jika ingin berpikir simpel dan sederhana maka jangan pedulikan siapa saja yang mungkin saja membuat diri tidak merasa nyaman, aman, damai dan sentosa. "stop! kek lirik kampanye oiii" Entahlah bila itu rasanya seperti tersinggung, tidak enak di hati ataupun yang lainnya. Cukup diam atau juga bisa mendiamkan sejenak otak untuk tidak berpikir yang berat. "santuy dulu" Jaga kesehatan berpikir ya dan semoga tidak terkontaminasi oleh istilah "toxic...

(tidak) sungguh

aku tahu bahwa kehidupan ini akan habis meninggalkan bekas secara tipis memanggil kenangan yang mulai terkikis  hingga pada akhirnya aku ingin menangis  begitu bodoh jika berangan-angan tinggi  lantas tak pernah selalu mengerti  arti kehidupan dunia yang tidak sesuai  sebab tujuan akhiratlah yang begitu berarti  dalam setiap episode waktu perjalanan  aku selalu begitu rindu menantikan  tetapi tidak berdaya jikalau memikirkan  aku sejak awal sudah merasa  (tak) nyaman  semua sudah terjadi tanpa disadari  dan kau tidak bisa mengembalikan waktu  ia telah lama pergi dalam hening juga sepi yakni masa lalu penuh gelisahmu apakah ada plot twist entahlah  bagaimana pahamku  mendeteksi  bahwa ia (tidak) sungguh

Goresan Waktu "Penjara" Suci

#part1 Jejak petualang diri pada kehidupan ini menghantarkan ke tempat yang tak pernah terduga dalam pikiran. Berawal dari hanya sekadar melaksanakan tugas sebagai mahasiswa tingkat akhir. Pengabdian, ya benar begitulah istilah yang terpakai dalam rutinitas tersebut. Sudah lebih dari 365 hari berlalu, setiap hari diri selalu banyak melihat pelajaran hidup yang begitu amat penting. Terserah jika orang lain menganggap sesuatu tersebut sebagai hal remeh, tapi bagiku sekecil apapun kebaikan itu pasti akan membekas pada ingatan.  Menikmati tingkah laku santri baik putra ataupun putri saat berinteraksi sangatlah banyak karakter yang terindera. Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Dusun Pannyambeang Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya, di tempat inilah kaki sedang berpijak. Rencana memang ada niat menetap beberapa tahun ke depan, mungkinkah juga selamanya? entahlah apa bisa ya atau tidak, lebih tepat kalimatnya seperti ini "tergantung situasi dan kondisi kedepannya karena sang...

Batas Waktu

setiap manusia sudah pernah mengikat janji pada Tuhan,  maka hiduplah ia di bumi bagi yang tidak ingin berjanji, maka tak akan kita temukan pada peredaran kehidupan ini  bahkan manusia hidup di bumi punya waktu, terbatas dan tidak kekal setiap manusia punya batas waktu, maka jika sudah sadar lantas mengapa begitu abai pada segala aturan-Nya bukankah terlalu naif jika berpikir dan, terlalu beranggapan atau berangan-angan bahwa waktu masih banyak padahal detiknya berlangsung dan berlalu tanpa diri sadar ataukah seolah-olah pura-pura tak menyadari akhirnya, batas waktu habis tertinggal miris