Bahasa Cinta Mama'
#part1
Setelah jatah hidup sudah sampai di seperempat abad, kini aku semakin menyadari bahwa kasih sayang dan cinta seorang ibu akan selalu tulus ikhlas pada setiap anaknya. Lewat tulisan ini aku ingin mengabadikannya dalam berbagai part agar selalu menjadi pengingat bagiku. Ya minimal tahu diri lah sebagai anaknya.
Sebanyak apapun aku mengucapkan atau juga mengungkapkan serta berjuta-juta rasa terimakasih dan cinta sayang padanya. Lagi dan lagi aku sadar bahwa aku tidak bisa membalas setimpal segala bentuk kasih sayang yang mama' berikan.
Maka, semoga dengan segala bakti dan berusaha jadi anak baik, nurut serta tidak menyusahkannya dalam hal apapun adalah azzamku. Walaupun pada kenyataannya aku sebagai anak tetap saja menyusahkan. Contoh kecil saja ketika sakit, mama' akan mengurus dan memberikan obat agar cepat sembuh.
Setelah hampir dua tahun lebih tinggal beda kecamatan dengan mama' jujur saja aku masih dan akan selalu tidak bisa jauh-jauh dari beliau. Rasa ingin pulang dan menetap saja bersama adalah masih dalam inginku. Tapi ya begitu lah hidup berjalan, aku bersyukur karena masih bisa bolak balik setiap pekan untuk hadirkan temu dan bersua.
Mama' tipe orang yang simpel dan sederhana tapi terkadang juga ada bumbu ketegasan serta sedikit ribet, ini dari sudut pandang ku sebagai anaknya. Mengapa simpel dan sederhana karena sedari kecil jika urusan perizinan keluar rumah, beliau beri ruang izin yang terbilang longgar dan tidak ada aturan ketat. Katanya, modal kepercayaan. Mama' percaya setiap anaknya bisa menjaga kepercayaan yang diberikan dan tidak bertingkah aneh juga lepas kendali di luaran sana.
Aku empat bersaudara, tiga perempuan dan satu laki-laki. Jika di liat saja, bahasa cinta yang mama' berikan pada setiap anaknya itu beda-beda tapi menurut ku adil karena sesuai dengan kebutuhannya. Jika dulu di tanya apakah mama' adil maka bisa saja aku menjawab tidak tapi sekarang sudah berbeda jawabannya. Ya lagi-lagi cara sudut pandang lah yang menjadi acuan.
Ketegasan yang dari dulu sampai sekarang beliau pegang adalah tidak memberikan anaknya uang jajan dengan cuma-cuma atau dalam artian jika sedikit-sedikit minta uang langsung di kasih. Beliau mengajarkan untuk tidak boros dan selalu menghargai dan bersyukur atas berapa saja rezeki yang di kasih.
Kalau sedikit ribet nya adalah ketika di suruh untuk bangun, membersihkan, atau juga mungkin cuci piring. Beliau akan selalu datang membangunkan sampai bangun, menyuruh segera membersihkan, dan mengomentari jika cucian piring menumpuk. Sebenarnya bukan ribet, tapi kami saja bertiga sebagai anak perempuan plus satu anak laki-laki yang ngeyel dan suka mageran. Maapin yaa mama' putra putri mu ini.
Kalau ngikut istilah sekarang "love language" mama' itu paling utama "art of service" ya karena beliau selalu memberikan pelayanan yang terbaik diantara yang terbaik untuk setiap anak-anaknya. Doaku pada-Nya semoga mama' selalu diberikan nikmat iman, umur yang berkah dan Semoga sehat-sehat ki selalu mama'🤍 dan ku mohon kalau setiap datang ka ke rumah jangan maki selalu mau titip salam karena bakal tidak tersampaikan, maapin yaa haha. Uhibbukifillah mama'🤍
Komentar
Posting Komentar