Memori Perjalanan
Memilih untuk menapaki jalan yang berbeda itu memang sulit. Akan ada saja suara-suara sumbang yang terdengar. Entah itu sindiran, ejekan ataupun hinaan. Ah... sok suci kamu, anak kemarin sore juga, sok nasehati orang. Ah... lihat saja nanti, nggak bakal bertahan lama tuh pake kerudung. Hei... memang nggak panas apa, di tutup rapat kayak gitu, kayak lemper aja. Ini hanya beberapa kenangan yang masih terekam dalam ingatan. Mencari jati diri untuk merubah arah pandangan hidup itu butuh pengorbanan. Teman yang tak se-frekuensi akan meninggalkan satu persatu. Juga butuh perjuangan sebab keluar dari zona nyaman. Tak bisa lagi pilah-pilih suka-suka sebab sudah berprinsip. Jauh di dalam hati sedang bertanya pada diri sendiri kala itu. Apakah aku bahagia dengan keadaan ini? Ujian demi ujian seakan meluluhlantakkan pendirian. Rasanya ingin berbalik arah saja dan berhenti. Pikiran seni bermasa bodoh akan hidup terus menghantui. Masa itu membuat diri ini ada dalam kebimbangan. Namun, jika ter...