Titik Harapan
Sungguh, ia tak pernah berpikir sedikit pun untuk menjauh. Hanya saja sedang berusaha untuk menahan diri. Sebab ada banyak ketakutan serta keraguan yang seolah hadir menari-nari di depan mata.
Sudah berulangkali menepis bahkan menghindari pikiran tersusupi. Namun, hasilnya tetap sama, ia hanya membuat jarak untuk menjaga agar semua berjalan sesuai aturan-Nya. Semoga tetap sama sampai akhirnya ada titik yang mempertemukan, bila tidak ya berlapang dada alias legowo.
Cukuplah Allah sebagai tempat mengadukan segala hal yang sedang berlangsung. Berharap pun hanya kepada-Nya, semoga ia benar-benar melibatkan seluruh ketetapan hanya pada Allah semata. Bukankah ia wajib berpikir seperti itu agar terkendali.
Pada akhirnya begitulah ia menyerahkan segala sesuatunya. Simpel dan sederhana tanpa banyak pretelan ini itu. Tentram lagi tenang, itulah yang dirapalkan setiap saat dalam bait-bait doa. Sebuah titik harapan hanya dititipkan pada-Nya.
Komentar
Posting Komentar