Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024

Cahaya Rasa

Tidak terasa sudah di penghujung Oktober yaa, aku harap dan selalu berdoa pada-Nya, semoga masih tetap sama sampai pada sebuah titik temu semata karena-Nya. Hai November, pinjam dulu istilah gen Z saat ini yaa. Kata mereka, N nya apa kira-kira? N nya kali ini ada pada kata "Niat" baik. Semoga "Niat" yang pernah disampaikan nanti berakhir pada segala ketetapan terbaik Allah. Jika belum sesuai dengan maunya Allah, maka ruang ikhlaslah yang menjadi pertimbangan. Apapun itu, tugas diri sebagai hamba sekarang adalah banyak berdoa dan menerima segala ketetapan-Nya. Sedikit banyak aku mau cerita, katanya "kok mau sih percaya begitu saja? jaraknya jauh banget loh yaa, emang yakin menepati janji?" Jujur saja ketika di beri pertanyaan-pertanyaan seperti ini, pada awalnya hanya menjawab dengan tersenyum. Secara sadar, aku mengakui bahwa mengenalnya juga bukan waktu yang sebentar. Jadi, kenapa kira-kira? Aku kembali menyerahkan alur cerita hidupku pada-Nya. Aku yakin ...

Persiapan Hakiki

Berulang kali jari jemari terus menari di atas keyboard sebuah ponsel yang katanya begitu pintar dan sangat canggih. Merangkai kata demi kata tapi pada kenyataannya aku menghapus kembali. Berulang terus begitu saja hingga aku sadar sudah sangat begitu jarang menulis di blog ini. Pada akhirnya tersadar, bahwa aku seolah bisa menyimpan momen hanya dalam ingatan ataupun lewat gambar. Tetapi fakta berkata tidak juga. Bagiku paling tepatlah ketika diabadikan dalam bentuk sebuah tulisan. Bisa ya juga mungkin tidak, seperti jika para mereka diluaran sana tak ingin melangkah pada rantai kata. Sebenarnya bukan jarang menulis, tepatnya, tetapi semakin waktu bergerak maju seolah berjalan mendekat, aku mulai sadar akan sesuatu hal. Diri ini tidak boleh terlalu jauh larut dalam sebuah rasa yang belum pantas. Aku sadar karena bertipe melankolis, apakah benar begitu ataukah hanya diri seolah-olah mengklaim melankolis saja? Entahlah terserah. Usia semakin bertambah tapi juga di satu sisi berkurang pad...

Aku (ingin) Pulang

jarak pada-Nya semakin terbentang  aku sadar,  tetapi masih juga abai kendaliku di setir oleh nafsu akal pikiran sedang dalam pergulatan  akankah mengikuti kewarasan ataukah disengajakan untuk gila agar terbebas dari aturan-Nya apakah aturan hanya untuk dilanggar  lantas jika berbuat liar apakah salahnya Tuhan?  siapa aku, berani bertanya seperti itu, siapa? aku? manusia malang nafsu terundung dan pada akhirnya, jatah hidup hangus dan aku pulang,  apakah yang akan aku logikakan tersebab saat itu  sedang berlangsung pengadilan tapi aku takut jika sudah waktunya pulang  hanya sesal yang membumi.