Hargai Proses dan Nikmatilah

Tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang memang ada-ada saja rasa ingin segera di tahap andal. Tahap yang kata sebagian orang adalah tahap memanen apa yang sudah ditanam. Namun, itu kesannya tidak menikmati. Tersebab dalam hal apa saja, selalu ada prosesnya. Misal, proses meminang mungkin ehh salah, maksudnya meminjam, pinjam dulu seratus. Ok baiklah abaikan, itu hanya misalnya yaa misalnya.

Sejenak kita memang perlu merenung, bahwa se-instan-instannya sesuatu, apapun itu tetap tidak bisa kita pungkiri kalau ada tahapnya. Mau makan mie instan, ya ada prosesnya kawan, dimasak dulu, bahkan kalau tak ingin memasak yaa minimal dikunyah dulu baru bisa dimakan dicerna, ya kan, kita high five kalau sepakat, bagi mahram, jika tidak ya sudahlah, tetap jaga interaksi dong.

Misal dalam hal belajar, tentu sebelum berada di kalimat "saya sudah tau, udah paham kok soal ginian". Maka kalimat yang muncul di awal ketika belum mengerti akan hal tersebut adalah "saya belum tau ini, aduh kok saya susah paham sih". Benar tidak? Silakan jawab di hati masing-masing dan selamat merenung. Semoga ada jawaban bukan hanya merenung kosong, awas nanti kesambet apa gitu.

Seperti jika mau ahli di bidang apa saja, tentu melewati proses. Kita pun sebagai manusia tidak serta-merta keluar dari rahim langsung dewasa, tidak semudah itu kawan. Ada proses yang dilalui, misal dari balita, anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Di sini semoga kita melalui tahapnya yaa, kan kita mana tau kapan ajal menjemput. Setiap orang berbeda-beda proses kehidupannya.

Jadi, jika kita melihat orang-orang yang punya "insight" sukses pada hari ini atau di masa lampau. Pasti semuanya melewati proses panjang untuk sampai di tahap andal. Misal di sini siapa sih yang tidak mengenal sosok Imam Bukhari dan Imam Muslim sang periwayat ahli hadits yang termasyhur, Chairul Tanjung Si Anak Singkong yang punya Trans, atau JK Rowling penulis buku Harry Potter yang legendaris, atau penulis dari dalam negeri semisal Taufiq Ismail, Asma Nadia dan lain-lainnya. Nah, dalam hal menulis itu tidak langsung ke tahap "pro player" pinjam istilahnya anak-anak yang suka game yaa. Kembali ke intinya "ada proses" yang harus dilalui dan segera diselesaikan kawan.

Semua butuh proses, "entry pointnya" hargai dan nikmatilah. Banyaklah membaca buku hal apa saja yang dapat menambah hal baru dalam setiap kebaikan-kebaikan. Teruslah menulis, karena katanya "yang terucap akan terbang dan yang tertulis itulah yang akan menetap". Jadi, hargai segala tulisan kita, seiring berjalannya waktu nanti akan ada kemajuan. Nikmatilah dan tulis saja, nanti dilain kesempatan baca kembali, jika mau diedit silakan. Selamat menulis! Salam literasi untuk kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batasan Korelasi

Jatah Hidup

Jalur Titik Awal