Goresan Waktu "Penjara" Suci

#part1

Jejak petualang diri pada kehidupan ini menghantarkan ke tempat yang tak pernah terduga dalam pikiran. Berawal dari hanya sekadar melaksanakan tugas sebagai mahasiswa tingkat akhir. Pengabdian, ya benar begitulah istilah yang terpakai dalam rutinitas tersebut.

Sudah lebih dari 365 hari berlalu, setiap hari diri selalu banyak melihat pelajaran hidup yang begitu amat penting. Terserah jika orang lain menganggap sesuatu tersebut sebagai hal remeh, tapi bagiku sekecil apapun kebaikan itu pasti akan membekas pada ingatan. 

Menikmati tingkah laku santri baik putra ataupun putri saat berinteraksi sangatlah banyak karakter yang terindera. Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar di Dusun Pannyambeang Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya, di tempat inilah kaki sedang berpijak.

Rencana memang ada niat menetap beberapa tahun ke depan, mungkinkah juga selamanya? entahlah apa bisa ya atau tidak, lebih tepat kalimatnya seperti ini "tergantung situasi dan kondisi kedepannya karena sangat berpengaruh pada diri, salah besar jika menganggap tidak punya resolusi tetapi hanya saja diri masih mengamati keadaan sekitar".

Karena pada akhirnya semua bergantung pada ketetapan-Nya, manusia hanya berusaha, berencana dan berdoa. Jadi pada intinya sekarang raga masih tetap tertancap untuk berpijak. Ada ketenangan jiwa saat berada di pondok, sangat damai dan itulah salah satu dari sekian alasan-alasan yang lainnya. 

Menjadi seorang pembina lebih terkhusus untuk santri putri, sangatlah menjadi tantangan baru dalam hidup ini. Karena berada di lingkungan pesantren yang notabene diri sendiri tidak pernah sama sekali mengecap pendidikan di sana. Kalau dipikir secara sadar kembali aku mengaku kurang percaya diri sebab dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas semua menempuh jalur umum (istilahnya begitu kira-kira kalau sekolah umum baik berlabel negeri atau swasta).

Ya begitulah orang disekitarku mengatakan jika tidak sekolah di sebuah pesantren atau minimal madrasah yakni sekolah berbau agama. Begitu banyak tantangan dan juga hal baru yang terjadi, maka diri sangat bersyukur terhadap ketetapan-Nya sebab ditempatkan di sebuah kondisi yang begitu besar pengaruh kebaikan-kebaikan dari berbagai sudut pandang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batasan Korelasi

Jatah Hidup

Jalur Titik Awal