Kesempurnaan Iman


Iman adalah sumber kekuatan. Kesatuan dan kebersamaan umat Islam, niscaya akan melihat betapa kekuatan kepribadian mereka sangat kokoh, sampai segala bentuk kebatilan tak kuasa melumpuhkannya.

Ada seorang pemberani yang dapat dijadikan contoh, yaitu Rub’i bin ‘Amir, utusan Sa’ad bin Abi Waqash dalam perang Qadisiah. Dengan kekuatan imannya, ia begitu berani menemui panglima perang Persia, Rustam, yang disegani banyak orang. Namun Rub’i tak takut sedikit pun, sampai ia ditanyai Rustam, “Siapa kamu? Dan siapa kalian?”

Jawabnya, “Kami adalah suatu kelompok yang diutus Allah untuk menghentikan siapa pun yang menyembah manusia agar ia menyembah Allah semata; mengubah kehidupan dunia yang sempit menjadi lapang leluasa serta mengganti agama-agama yang penuh aniaya dengan agama Islam yang berkeadilan.”

Kekuatan iman akan mempunyai makna sempurna manakala seorang Muslim telah mampu mencintai Allah serta Rasul-Nya; kemudian kecintaan tersebut meluas kepada selain keduanya. Berdasarkan iman, ia mempunyai hubungan kemanusiaan yang baik, sesuai dengan cara-cara yang diajarkan agamanya. Dengan demikian, maka ia telah mencapai tingkatan iman yang kuat. Ia telah bisa merasakan manisnya iman yang menyinari jalan kehidupannya.(DR. Ahmad Umar Hasyim, dari bukunya Menjadi Muslim Kaffah).

Sahabat...

bersamamu dalam taat adalah hal yang terindah disetiap episode kehidupan ini.

Bersama-sama menyampaikan kebenaran islam ditengah hegemoni pemikiran asing.

Sungguh...

bertahanlah dan istiqomahlah; kemenangan islam itu pasti.

#AgenAllah #islamkaffah #muslimahradikal

09/03/20 adalah waktu saya menulis catatan ini dan saya upload di instagram atau facebook saya. Jujur saya orang yang tertutup sangat jarang memang membagikan kegiatan pribadi ke publik. 

Akun blog ini pun sudah dari 2018 saya membuatnya namun karena kesibukan di dunia nyata hehe jadinya tak pernah terurus untungnya saja tak ada sarang laba-laba atau telor kecoa hehe.

Dan Akhirnya sekarang ingin bertekad untuk mengurusnya. Teringat dengan materi yang sempat saya ikuti saat perkuliahan, membuat jiwa kepenulisan yang sangat amatiran ini meronta-ronta, apalah daya saya yang hanya seupil.

Intinya tulisan ini muncul karena ada rasa hangat yang menjalar dalam relung jiwa saat bertemu sahabat taat yang selalu saling menguatkan di jalan hijrah. Istiqomah lah sahabat karena sesungguhnya hijrah itu berat biar jadi ringan yuk bersama-sama. Inilah kekuatan yang sebenarnya "kekuatan ruh jamaah".

Salam dari saudarimu "si penikmat dunia"

Komentar

  1. Bermanfaat ukhti. Teruslah menulis untuk kebaikan 😊

    BalasHapus
  2. MasyaAllah ... 😁 lanjutkan kk

    BalasHapus
  3. Maa syaa Allah 😍

    BalasHapus
  4. Semangat kak uly😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat buaat kamu jg adik shalihah

      Hapus
  5. Masya Allah ...kerenn....semanagat ukhti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangatt juga buat kamu ukhti... semangat dalm hijrah yaa

      Hapus
  6. Terus berkarya untuk menebar manfaat! ♥️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap ukhti shalihah, laksanakan😉

      Hapus
  7. Barakallah tetap semangat yaa berkarya. Setiap tulisan akan ada pembacanya masing2. Hamasah😍

    BalasHapus
  8. ماشاءالله

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam dari saudarimu ini "si penikmat dunia" ukhti shalihah. hehe...

      Hapus
  9. Semangat kak uly🤗😉

    BalasHapus
  10. Semangatt untuk dirimu jg dik shalihah 😉

    BalasHapus

Posting Komentar