Kala Gagal Menyapa
Kita, seiring bertambahnya usia pasti juga akan merencanakan segala hal. Memulai dari rencana yang kecil hingga rencana besar. Semuanya akan kita tulis dalam harapan agar tercapai.
Saat terjatuh rasanya pasti akan sakit. Entah itu terjatuh dengan luka kecil atau terjatuh dengan luka menganga. Bahkan bila yang terparah mungkin bisa patah. Lalu bagaimana jika terjatuh tak berdarah, tidak ada luka fisik, tetapi hati bagai tertusuk belati.
Seperti kembali terjatuh untuk kesekian kalinya. Tindakan apa
yang harus dilakukan terlebih dahulu, hanya diri sendiri yang bisa menjawab. Sebagaimana saat gagal menyapa apa yang akan dilakukan. Ini adalah ceritaku di masa lalu.
Tepat di masa putih abu-abu, aku pernah merasakan kegagalan. Gagal akan nilai di beberapa mata pelajaran saat itu. Membuatku bersedih, merasa bahwa aku tak pernah bisa memahami pelajaran tersebut.
Sebab sudah berapa kali berusaha fokus
belajar, aku kembali terjatuh. Nilaiku kembali tak memuaskan. Hasilnya aku murung,
lelah dan merasa aku gagal.
Hingga di suatu hari aku tersadar akal satu hal. Seseorang pernah memberikan nasehat bahwa kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Jadi jangan pernah menyerah dan berputus asa.
Sampai akhirnya aku berusaha serius kembali belajar. Mencoba
berkali-kali dan berjuang untuk memperbaiki nilaiku. Teruntuk seseorang itu aku
ucapkan terima kasih karena sudah menyemangati diri ini.
Komentar
Posting Komentar