Kenangan Rindu
Rasanya sangat ingin bermain-main sejenak dengan hujan. Hingga tak tersadar sudah membasahi seluruh tubuh, yang dapat membuatku kedinginan.
Jujur aku sangat merindukan sosokmu, yang begitu penyayang. Sangat teringat
jelas dalam ingatan, saat-saat di perjalanan itu, sendalku terjatuh.
Aku takut
memberi tahu padamu. Hingga di setengah perjalanan, kuberanikan diri untuk
berbicara. Kala itu diri ini berkata, Sendalku terjatuh dari bus sekitar dua
kilometer dari perjalanan.
Astaga aku tak menyangka, engkau lalu bertanya ke
sang sopir untuk berhenti sejenak. Engkau turun dari bus dan berlari sekencang
mungkin untuk mengambil.
Hingga akhirnya sendalku kembali berpasangan. Dulu, aku
tak ucapkan terimakasih padamu. Sebab kata itupun tak begitu kupahami saat itu.
Salahkah aku, bocah ingusan yang tak berterimakasih? Namun, yang pasti kuketahui
darimu, engkau tak butuh kata itu. Karena menjagaku sudah menjadi kewajibanmu.
Hari ini, aku tak lagi bisa melihat sosokmu yang begitu kurindukan. Hanya
gundukan tanah yang terlihat di pelupuk mata. Bolehkah aku tak melepas rindu
yang terbelenggu ini?
Ah... jika teringat lagi tentangmu, air mata ini
bercucuran kembali. Ya benar, engkau pernah bilang, jika jangan bersedih kala
takdir sudah memisahkan.
Baik, terimakasih kuucapkan padamu. Engkau sosok cinta
pertama yang kukagumi. Tak terasa sudah lima tahun berlalu setelah kepergianmu
untuk selamanya.
Namun, nasehatmu akan selalu terpatri dalam hatiku. Walaupun,
kehilanganmu pernah membuatku berada dalam kesakitan hati.
Tetapi, diri ini
takkan melepaskan rindu padamu, biarlah kukenang sebagai pelipur lara. Aku
memang rindu tapi tak ingin meratap sepanjang masa. Tidak ingin terbelenggu
karena tak mau berada pada keterpurukan.
Baiklah, aku akan bangkit karena
merindu itu tak ada salahnya. Tentang arti kehilanganmu, aku akan bijak menerima
sebab itu sudah digariskan Tuhan.
Salam sayang untukmu, tertanda aku cucu
kesayangan kakek. Semoga Allah mempertemukan kita di akhirat kelak. Aamiin
Allahumma aamiin.
Semangat Berproduktif!
Gowa, Ahad 22 Mei 2022
Komentar
Posting Komentar