Kekuatan Ruh Jamaah
Iman adalah sumber kekuatan bagi setiap umat Islam di seluruh penjuru dunia. Kesatuan dan kebersamaan umat Islam menunjukkan kepribadian mereka sangat kokoh, sampai segala bentuk kebatilan tak kuasa melumpuhkannya.
Ada seorang pemberani yang dapat dijadikan contoh, yaitu Rub’i bin ‘Amir, utusan Sa’ad bin Abi Waqash dalam perang Qadisiah. Dengan kekuatan imannya, ia begitu berani menemui panglima perang Persia, Rustam, yang disegani banyak orang. Namun Rub’i tak takut sedikit pun, sampai ia ditanyai Rustam, “Siapa kamu? Dan siapa kalian?”
Rub’i menjawab, “Kami adalah suatu kelompok yang diutus Allah untuk menghentikan siapa pun yang menyembah manusia agar ia menyembah Allah semata, mengubah kehidupan dunia yang sempit menjadi lapang leluasa serta mengganti agama-agama yang penuh aniaya dengan agama Islam yang berkeadilan.”
Kekuatan iman akan mempunyai makna sempurna jikalau seorang Muslim telah mampu mencintai Allah SWT. serta utusan-Nya, Nabi Muhammad Saw, kemudian kecintaan tersebut meluas kepada selain keduanya. Berdasarkan iman, maka sangat perlu mempunyai hubungan kemanusiaan yang baik sesuai dengan cara-cara yang diajarkan agama. Dengan demikian, maka insyaallah seseorang akan mencapai tingkatan iman yang kuat sehingga bisa merasakan manisnya iman yang menyinari jalan kehidupan.
Sesungguhnya bersama dalam taat adalah hal yang terindah di setiap episode kehidupan. Bersama-sama menyampaikan kebenaran Islam di tengah hegemoni pemikiran asing tidaklah mudah. Jika saja ada pendapat yang bertentangan dengan mereka yang membenci persatuan, tunggu sajalah akan dicarikan kasus yang sebenarnya tidak masuk akal.
Dalam Islam, konsep hidup berjamaah juga menempati posisi yang sangat tinggi. Bahkan, hidup berjamaah merupakan salah satu aspek terpenting untuk tegaknya Islam secara kaffah. Allah SWT. secara langsung menyuruh ummat manusia untuk hidup dalam bingkai jamaah.
Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an di surat Ali Imran ayat 103, artinya:
“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya agar kamu mendapat petunjuk”.
Dalam ayat lain di surat As-Shaff ayat 4, Allah SWT. berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
Sebagai penguat, Nabi Muhammad Saw. juga bersabda:
“Berdua lebih baik daripada sendiri, bertiga lebih baik daripada berdua, berempat lebih baik daripada bertiga, maka hendaklah kalian tetap bersama jamaah, karena sesungguhnya tidak akan mengumpulkan umatku kecuali atas sebuah petunjuk (hidayah).”
Kita juga bisa melihat keutamaan hidup berjamaah lewat untaian kata mutiara dari Khalifah Umar Bin Khattab. Sebuah perkataan yang sangat menyentuh dan menjadi evaluasi untuk kita bersama yaitu, “Tidak ada Islam akan sempurna pengamalannya kecuali dengan jamaah.” Artinya adalah dengan hidup berjamaah, maka kita akan bisa melaksanakan ajaran Islam secara maksimal.
Dengan memahami bahwa pentingnya kekuatan ruh jamaah di seluruh penjuru dunia, maka ummat Islam butuh perisai dan pelindung agar aqidah mereka selalu terjaga. Apatah lagi, kaum Muslim saat ini digempur oleh pemikiran asing dari berbagai lini. Kekuatan ruh jamaah ini adalah dengan terus memperjuangkan Islam agar tegak peraturan Islam secara keseluruhan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Komentar
Posting Komentar