Ribut Hati
Hai, bolehkah menyapa? tak apa jika tidak mau menyapa kembali, itu terserah. Maaf jika seolah ingin terlihat mau mengakrabkan diri, sejujurnya tidaklah seperti itu.
Sekadar hanya ingin menjalin pertemanan sesama saudara seakidah, apakah itu juga salah lagi? lantas maunya bagaimana? baiklah seperti ini saja, cukup saling kenal tidak lebih, begitukah maunya?
Ada banyak hal yang ingin tersampaikan, entah itu diskusi ringan atau hanya sekadar tak ada kata diam di antara kita, namun harus diakui kembali bahwa kata diam itu wajib ada di saat-saat tertentu, iya kan.
Jujur kosakata dalam kamus yang aku pakai sepertinya masih sangatlah minim sehingga tak pandai memulai sapaan, aku mengakui.
Apakah hanya aku yang merasa disini? Bahwa ada rasa ketertarikan antar kita? Mengapa kita? padahal aku dan kamu belum menjadi kita, yang mungkin belum atau bahkan tidak akan mungkin pernah ada kata kita diantara kita ini. Sungguh terlalu merasa dan menebak diri ini, padahal sejatinya mungkin lebih banyak persen salahnya.
Baiklah, aku ingat seseorang pernah mengatakan begini bahwa tak ada yang salah jika ada rasa ketertarikan antar laki-laki dan perempuan, artinya normal kan. Lantas salahnya dimana? Ya benar, salahnya adalah jika rasa tersebut disalurkan dalam sebuah ikatan yang melanggar aturan-Nya.
Tenanglah wahai hati, jangan sampai kau mengikuti apa yang sangat diinginkan lantas melanggar batas-Nya. Ingatlah bahwa skenario-Nya yang paling terbaik lagi tepat.
Menikah itu bukan tentang siapa cepat dia dapat, ya kan. Maka janganlah risau, tetaplah perbaiki diri sendiri, kencangkan lagi doa-doa, semoga ia kelak yang mendampingi adalah orang terbaik diantara yang terbaik yang Allah pilihkan.
Aamiin paling kencang.. membaca ini sprti berbicara Pd diri sendiri
BalasHapusAamiin Allahumma Aamiin, semoga bermanfaat blog ini
Hapus