Memilih Tinggal atau Pergi

Hidup setiap manusia penuh dengan misteri yang tak terelakkan. Takkan ada yang mengetahui pastinya seperti apa. Perubahan-perubahan pada diri pun seakan tidak pernah terpikirkan. Awalnya, diri hanya seolah ingin bagai air, terus mengikuti aliran yang diaruskan.

Tetapi, ternyata dugaan itu salah besar, diri bahkan melawan arus. Hati terus mengkhianati jalan pikiran, mengusik arah tujuan. Dulu, diri selalu berpikir sangat bermasa bodoh, lebih tepatnya apatis. Sebab sudah terlena dengan kenyamanan tipu daya keduniaan.

Terserah orang lain mau bilang apa, entah itu baik atau buruk. Hati begitu keras menerima perubahan dalam hidup. Maunya seperti ini saja, sudah di zona nyaman tidak ingin terusik dengan segala hal baru. Tidak perlu pusing ada pelarangan ini itu, rasanya bikin pengap.

Namun, lagi dan lagi hati terus mengkhianati jalan pikiran. Cara berpikir sekarang sudah tak sama dengan yang dulu lagi. Semua berubah, niat, prinsip dan arah tujuan dalam kehidupan.

Seiring bertambahnya usia dan berinteraksi dengan banyak karakter pasti akan banyak pelajaran hidup yang didapatkan. Terserah, apa kita mau mengambil dengan mentah-mentah atau mencerna terlebih dahulu. Pilihan tersebut ada pada pribadi masing-masing.

Jika di tanya, apakah memilih tinggal pada diri masa lalu atau pergi? Pergi, diri memilih pergi dari masa lalu tetapi setiap kenangan itu masih dalam ingatan. Tertanam jelas, agar kelak dapat mengambilnya sebagai pelajaran untuk masa depan jika lalai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batasan Korelasi

Jatah Hidup

Jalur Titik Awal