Langkah Terjauh
Saat nanti, apabila sudah tidak bisa lagi menahan diri di tempat yang sedang berpijak ini. Maka, bolehlah jikalau bergeser posisi sedikit agar pijakan bisa terasa lebih nyaman. Sejenak pula terpikirkan bahwa ada beberapa hal yang sangat harus diperhatikan dalam setiap episode kehidupan. Karena dari segala aktivitas yang dilakukan pasti membutuhkan tanggung jawab.
Ada banyak cara dari setiap sudut pandang orang mengungkapkan rasa yang ada pada diri. Tentang rasa apapun itu, maka sebenarnya hanya ada dua kemungkinan. Pertama memilih menyampaikan secara langsung atau lewat perantara, kedua memilih diam dan hanya Allah yang mengetahui segalanya. Benarkan, jika keliru maka tambahkan saja sendiri pilihan mana yang tepat. Bahkan alasan-alasan bagaimana ingin mengungkapkan hanya diri yang tahu sebabnya.
Misalnya seperti contoh sebagai berikut di bawah ini, ya benar kamu telah membuat diri tertawan yang berada dipandang terlihat sederhana. Ada banyak tingkah laku yang diperlihatkan begitu apa adanya. Sesederhana dan sesimpel itulah yang membuat ada rasa ketertarikan, sepertinya kata memiliki kecondongan yang lebih tepat. Sejenak diri mengaku bahwa setelah kamu memberikan sebuah titik harapan kemudian menyadari bahwa seolah aku sedang dalam tahap berharap.
Tetapi, maaf apabila nanti pada akhirnya aku atau kamu akan saling menyakiti. Aku lebih baik mundur, jika titik ego masing-masing tidak bisa diredam untuk mencari sebuah solusi. Maka, aku ikhlas mundur, mungkin diri bukanlah orang yang terbaik lagi tepat bagimu. Maaf jika kejujuran ini sedikit membuatmu begitu tidak terima ataukah mungkin memang langsung merasa tidak enak kedengarannya. Maaf. Benarkan, aku banyak kekurangannya, bahkan sangat jauh dari ekspektasi yang diharapkan.
Tersadarnya diri, pertama kali kamu yang memulai segalanya, memberikan secercah harap, tapi aku tidak akan pernah menyalahkan di sini. Sebab mengapa? karena ketika memulai melangkah maju, aku bahkan sedang memencet tombol hijau di saat yang bersamaan. Apakah agak berlebihan jika diri menganggap ini adalah sesuatu yang tergerak diantara kita? sedang bersama-sama di dua tempat yang berbeda, masing-masing berusaha dan berikhtiar pada sebuah proses. Merapatkan sebuah rapalan doa-doa terbaik diantara yang terbaik pada jalur langit. Me-legowo-kan segala ketetapan pada-Nya.
Pada akhirnya aku kembali berserah pada semua ketetapan terbaik-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemberi skenario terbaik untuk hamba. Legowo adalah kuncinya. Mungkin ada sedikit rasa kecewa jika mengetahui tidak sesuai harapan, tapi begitulah kehidupan ini kira-kira berjalan. Terkadang ada hal yang tidak sesuai ekspektasi dan realita. Namun, aku percaya bahwa jika kita mendudukkan perkara dengan kepala dingin maka akan ada solusinya. Sebab, segala yang terbaik hanya ada pada-Nya dan semoga semua ketetapan indah-Nya yang terbaik.
Dirimu begitu sering mengungkapkan segala rasa yang terbesit pada suasana hati dan pikiran. Begitu indah diksi-diksi yang terangkai, seolah tulisan tersebut diarahkan padaku, iya kah? ataukah aku hanya seolah merasa saja? bahkan aku saja masih sangat begitu takut berharap untuk bisa percaya diri. Terlalu berlebihan juga naif diri ini menganggapnya. Ya benar aku begitu takut untuk percaya diri, bahkan jikalau pun rangkaian kata-kata tersebut tertuju padaku. Sebenarnya, bukan seolah menutup mata sebab ada banyak kejelasan yang terindera. Tetapi, beginilah cara-caraku untuk melindungi diri sendiri agar dikemudian hari tidak merasa sesak jika berbeda.
Ya beginilah cara usahaku untuk keluar dari masa lalu, bangkit untuk maju melangkah ke depan. Aku berusaha memeluk segala rasa yang tertinggal di belakang, yang terkadang terbayang dalam benak. Sesak. Semoga aku tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi. Maka, dari masa lalu tersebut diri belajar untuk memperbaiki kedepannya.
Saat ini aku bertekad untuk berusaha maju, bangkit. Dengan demikian, akhirnya aku menemukan salah satu alasan dari sekian alasan-alasan diantara yang lainnya adalah aku ingin mengenalmu lebih jauh dengan cara-cara yang sudah ditetapkan dan sesuai aturan-Nya. Semoga Allah selalu memberikan kita sebuah ketetapan hidup yang terbaik diantara yang terbaik.
Komentar
Posting Komentar