Refleksi dan Resolusi
Akhir tahun 2024 telah usai dengan melewati kurang lebih 365 hari. Banyak ragam ekspresi telah dilalui dari sedih, tawa, bahagia, haru, marah, kecewa dan yang lainnya. Semua orang merayakan dengan berbagai cara, entahlah seperti makan-makan, membuat foto atau video dari bulan Januari sampai Desember, atau juga tidak dirayakan sama sekali. Pada kenyataannya ini, terserahlah mau merayakan atau tidak juga kembali ke diri masing-masing.
Bagi setiap muslim selayaknya jika berganti tahun dijadikan sebagai bahan untuk merefleksikan semua yang telah dilalui. Berintrospeksi diri guna memperbaiki diri kedepannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Jadi bukan hanya sekadar euforia belaka dan tidak merenungkan segala sesuatunya.
Sejatinya hidup kita di dunia memang hanya ada tiga waktu, yaitu hari kemarin yang telah usai dan tidak akan pernah kembali, hari esok yang masih penuh misteri bahkan diri sendiri tidak tahu apakah masih ada jatah hidup atau tidak, dan terakhir yakni waktu kita hanya ada pada hari ini (ataukah sebenarnya kita hanya punya waktu satu hari? Yaa ini perumpamaan saja), maka pergunakan waktu hari ini sebaik mungkin.
Tidak perlu menyesal, merasa berkecil hati, atau juga merasa melewati tahun 2024 dengan pencapaian yang sederhana bahkan terkesan biasa-biasa saja. Marilah kita banyak bersyukur kepada Allah SWT yang sudah begitu banyak memberikan nikmat iman dan nikmat sehat (walaupun ada sedikit sakit-sakitnya). Namun, semuanya itu lagi dan lagi akhirnya perlu kita bersyukur.
Awal tahun 2025 sudah berjalan beberapa jam, jadi resolusi apa yang sudah terbayang di kepala? Semoga kita semua bisa menaklukkan dengan menata kembali segala hal yang belum tercapai di tahun sebelumnya. Mungkin juga ingin merencanakan atau menargetkan hal baru itu boleh-boleh saja. Karena intinya adalah kita ada resolusi.
Setiap pribadi masing-masing dari latar belakang apa saja pasti sangat ingin mau memperbaiki diri setiap harinya. Melakukan segala sesuatu dengan baik, ya itu adalah manusiawi kita mengekspresikan potensi dasar sebagai manusia. Secara umum begitu yang sudah dijalani orang setiap harinya, baik dengan semangat ataupun tidak.
Pada intinya, tahun demi tahun berlalu seharusnya bisa menjadikan kita sebagai manusia yang bisa menjadi pribadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Tentu ini bukan hanya sekadar omongan belaka tapi betul-betul diniatkan dan mau menerapkan pada setiap diri masing-masing. Sekarang kita hanya bisa merenungkan waktu yang telah dilalui dan bertekad akan memperbaiki yang dirasa ada kurangnya.
Semoga semuanya dari kita melalui awal tahun ini dengan semangat sampai bisa menjalani sampai akhir. Pasti akan terulang ada rasa senang, sedih, tawa, bahagia, kecewa, menyesal, haru dan segala ekspresi lainnya. Maka nikmatilah hidup dengan segala prosesnya, banyak-banyak bersyukur pada-Nya. Terus menjadi seorang pembelajar pada setiap langkah di segala kondisi dan tempat. Kemudian diniatkan kembali agar semangat menuntut ilmunya tidak padam. Bismillah, insyaallah khair. Hamasahlillah.
Komentar
Posting Komentar