Postingan

Jatah Hidup

Lelahku tidak berhenti  tiap hari berjalan  di tengah hegemoni dunia . Akankah aku tidak tenggelam? menghilang bagai buih setulus apa dunia padaku? apakah masih ada jatah hidup ? untuk hari esok yang kelabu. Malam sunyi telah berlalu  tertinggal jejak gelap tersapu cahaya  fajar memanggil  di tengah lautan manusia. Tersingkap sudah noda hitam terpendam  membakar api kewarasan punah  akibat godaan. Tuhan... lirihku ingin berkata  tolong beri jatah hidup hingga aku tak menyesal  jikalau ajal menyapa . Aku mengaku salah perintah-Mu masih ku abaikan  larangan-Mu terus berjalan  Tuhan ampuni hamba Aku ingin kembali ke jalan-Mu.

Katanya, Aku...

Katanya aku aktivis dakwah  tapi fakta berkata lain Aktivis macam apa aku ini? Aku sadar bahwa sedang bertopeng  bukan sedang menipu orang lain  tapi aku tertipu diriku sendiri  Otak bagai tong kosong  orang lain beranggapan wah tentangku dan aku benci keadaan ini  Katanya perjuangkan Islam berantaskan ide sekularisme  tapi aku masih paham sekuler  Teriakan perjuangan  sayang hanya jadi pecundang  omong kosong belaka  Katanya aktivis dakwah  Faktanya kelakuan ber-haha-hihi saja Aku malu pada diriku sendiri  lagi-lagi suka menipu  Aku tertipu diriku sendiri  malang nasib jika aku tidak segera sadar! Dasar memuakkan.

Skip Saja Puisiku

katanya, puisiku jelek, memalukan  tak bernilai  tak bermutu tak berbobot dan tak tak tak terserahlah  mau tak apa, terserah kau saja  aku ikhlaskan  silakan dicaci maki  aku akan tetap menulis puisi  biar saja sampai capek  toh bukan aku juga yang rugi puisiku juga bukan untukmu  Ini hanya aku dan puisiku jadi yaa sudahlah kalau begitu  lupakan, buang. skip saja puisiku. jangan dibaca sampai akhir.

Lagi-lagi ia Diam

ia kembali menertawakan diri sendiri namun, tak lama berselang raut sedih itu muncul kembali  seolah alam semesta mempermainkannya apakah sudah tak ada kesempatan kedua? katanya, nasi sudah menjadi bubur  hilang sudah waktu pelipur  hanya tertinggal jejak lara ia masih tetap tak mau bergerak  walaupun pikiran sudah semrawut  tapi lagi-lagi ia diam mau bercerita? silakan jika itu sedikit menghilangkan ruang sesak di dada ataukah cukup membisu menatap matahari terbenam  tidak! kali ini ia harus sadar jika pilihan pertama bukan takdir  maka harusnya ia hadirkan pilihan kedua  bagaimana? apakah ia mau bersepakat  hanya ia dan Tuhan yang tahu  seperti apa akhir keputusan

(Bukan) Siapa-Siapa

#part1 Aku sengaja membungkam diri sendiri pada beberapa waktu-waktu tertentu. Diam, membisu dan irit bicara atau sekadar sedikit menepi dari keramaian. Sepertinya begitulah kira-kira kehidupanku ini berjalan. Sangat lambat dan pelan menapaki perjalanan seperempat abad ini yang sudah mulai lebih beberapa bulan tepatnya. Kenangan masa lalu sebagian terlihat buram dan sebagiannya sangat begitu jelas tergambar. Sayangnya, justru kenangan bahagia itulah yang sedikit kabur dalam pandangan. Apa aku salah jika berkata sial sebab kenangan buruk jelas terpampang nyata dalam retinaku. Omong kosong belaka kata trauma itu, aku tidak ingin terbakar karenanya. Mengapa aku harus kalah dan mengalah? tidak akan aku biarkan. Benar bahwa egoku sepertinya tinggi, bahkan pada diri sendiri. Begitulah awal-awal sudut pandangku menatap hidup, dari kecil sudah berat akan permasalahan hidup dari berbagai arah. Tapi, aku bungkam dan menelan semuanya sendirian. Benar-benar ber-kamuflase diri ini, memuakkan. Jadi ...

Refleksi dan Resolusi

Akhir tahun 2024 telah usai dengan melewati kurang lebih 365 hari. Banyak ragam ekspresi telah dilalui dari sedih, tawa, bahagia, haru, marah, kecewa dan yang lainnya. Semua orang merayakan dengan berbagai cara, entahlah seperti makan-makan, membuat foto atau video dari bulan Januari sampai Desember, atau juga tidak dirayakan sama sekali. Pada kenyataannya ini, terserahlah mau merayakan atau tidak juga kembali ke diri masing-masing. Bagi setiap muslim selayaknya jika berganti tahun dijadikan sebagai bahan untuk merefleksikan semua yang telah dilalui. Berintrospeksi diri guna memperbaiki diri kedepannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Jadi bukan hanya sekadar euforia belaka dan tidak merenungkan segala sesuatunya. Sejatinya hidup kita di dunia memang hanya ada tiga waktu, yaitu hari kemarin yang telah usai dan tidak akan pernah kembali, hari esok yang masih penuh misteri bahkan diri sendiri tidak tahu apakah masih ada jatah hidup atau tidak, dan terakhir yakni waktu kita hanya ada pa...

Waktu (tak) Kembali

kebimbangan datang mendera sukma mengusik keadaan di tengah zona nyaman ia seakan berada di hutan belantara tak mengerti ke mana arah tujuan di saat-saat dalam keheningan menjuntaikan keresahan hati membuatnya merasakan arti kehidupan bahwa hidup tak bisa sesuka hati langit memang tidaklah selalu cerah adakala mendung merayap tanpa permisi mendatangkan hujan di saat resah seperti sedang mencari keteguhan hati berhijrah untuk memperbaiki diri dalam perjalanan akan ada saja hambatan jika tidak memantapkan diri tunggu saja waktu, ia akan tergantikan ingat, berhijrah itu butuh berjuang untuk mencari keteguhan hati agar diri tak merasa bimbang kuncinya harus memantapkan diri tak ada kata pilah pilih suka-suka sebab, ada aturan kehidupan yang harus! di taati dalam segalanya jika tidak, alamat celaka pada kesengsaraan

Memorandum Aksara

Biarkan waktu bergulir pada kesempatan ini ia mengutarakan segala apa yang terpikirkan. Meluapkan dengan senang hati tanpa ada yang terlupakan. Cukup membacanya saja dan tolong jangan mengomentari. Apalagi sampai membahas atau mungkin menyinggungnya di kehidupan nyata (terlalu kepedean juga ia haha #abaikan), karenanya ia akan sangat begitu tidak nyaman jika itu terjadi. Sekarang ya maunya begini saja, terserah nanti jika kondisi sudah berubah. Iya kan? Iya kan saja langsung (no debat haha). Bisakah kita hanya berbalas dan bercerita cukup lewat tulisan? Kau dengan ceritamu, aku dengan ceritaku. Cukup membaca dalam diam, terserah mau menafsirkannya dari mana atau bagaimana. Pada intinya, aku ingin menuliskannya saja, anggap saja baik kau atau aku bebas bercerita apa saja tapi tetap dalam batasan. Paham kan dengan maksud ku ini? Jika tidak, silakan memahami dengan tafsiranmu sendiri. Aku sering bertanya-tanya pada lukisan pagi juga cahaya peraduan tentang sebuah rasa. Namun, aku sadar ka...

Batasan Korelasi

Setiap jemari ini menari untuk mengetik pesan-pesan agar tersampaikan. Membalas pesan yang sebenarnya tidak ada maksud mengarah kepada hal negatif. Tetapi selalu saja ada resah dan gelisah sebab seolah melakukan kesalahan. Sebenarnya terkadang hanya membalas pesan tentang sebuah pekerjaan, atau misal berdiskusi ringan akan sebuah ide dalam kepenulisan. Tidak ada yang aneh sebenarnya, hanya saling membalas pesan biasa.  Namun, apa daya pikiran selalu bertaut dan seolah menghantui pada perasaan. Tersebab lagi ketika sudah saling mengetahui akan ada sebuah rasa antar keduanya. Namun lagi dan lagi apakah benar begitu atau hanya kesalahpahaman belaka? Terkadang tampilan senyuman itu hadir di sebuah titik temunya, candaan ringan, seolah rasa aman itu ada tapi tetap saja ini masih tak membuat tenang. Diri mengakui bahwa ada sesuatu yang telah mengganggu sedikit konsentrasi kehidupan yang sedang dijalani. Bukan dalam arti mengganggu untuk tidak nyaman padanya, bukan seperti itu. Terkadang ...

Kesalahan Galon?

bukansabda me-ramukata "Ketahuilah bahwa setiap orang punya masa, di mana ia merasa menyesal telah melontarkan sebuah kata-kata yang tidak di sengaja. Mungkin bisa di bilang ya itu adalah sebuah keceplosan yang tidak terduga". Tepat waktu saat hari Jumat di bulan bernama November. Cuaca cerah sedikit berawan sudah memenuhi ruang di atas kepala, kalau tidak percaya silakan sekarang menoleh, pasti tebakan ini bisa ya bisa tidak, masih penasaran ya cobalah sekarang juga nanti juga tahu jawabannya. Langkah kaki terus mengarah pada jalanan turun beranak tangga di pondok pesantren. Sejenak melimpirkan badan belok dulu ke asrama, sekadar menengok santri apakah ada curi-curi untuk tidur saat jam pelajaran. Tamatlah riwayat jika kedapatan oleh sang pembina asrama putri.  "Astaghfirullah, tidur lagi? kenapa tidak pergi sekolah? Bangunlah segera, jika tidak, ikhlaskan saja ya kalau tempat tidur jadi basah kuyup!" "Ehh ampun ustadzah, tolong jangan di siram, iya ini saya s...